Rattan Inn Banjar Masin first Show
saya hanya menulis dan berbagi dengan siapa saja, jika bermanfaat ya alhamdulillah, namun jika tidak bermanfaat ya sudah jangan dibaca...!
Kamis, 20 Desember 2012
Saya bersama Band... THE BUY ARE CREW
Rattan Inn Banjar Masin first Show
On Stage
mengenalkan keriuhan sebuah pergelaran musik pada kedua anakku
Rabu, 12 Desember 2012
Kidung Sufi Sangkakala Djiwa 12.12.12
Kidung Sufi Sangkakala Djiwa 12.12.12
Selasa, 11/12/2012 - 13:32
HENDRO SUSILO/"PRLM"
BUDI Dalton, Man jasad, Candra Malik, Soni Bebek (MC), Vicky Burgerkill, Deden Ridwan (Mizan) saat menggelar jumpa pers.*
"Ketika saya bisa membuat lagu-lagu kidung sufi, itu datang dengan sendiri. Karena prosesnya yang natural, saya tidak punya warna musik tertentu. Oleh karena itu, saya merasa bebas berkolaborasi dengan siapapun. Wilayah itu saya masuki dengan niatan silaturahmi musik. Soalnya, lagu-lagu religi itu tidak mesti dibawakan dengan alat musik atau atribut tertentu," tutur Candra Malik pada jumpa pers di Sasana Budaya Ganesha, Jln. Tamansari, Kota Bandung, Selasa (11/12).
Penggunaan simbol 12.12.12, menurut pria yang kerap disapa Gus Candra ini, karena tergelitik oleh isu kiamat menurut ramalan suku Maya. Sangsakala yang merupakan bebunyian petanda kiamat dipilih sebagai tema besar oleh Gus Candra dengan maksud supaya setiap jiwa yang menonton bisa "dimatikan". "Yang jelas, nanti di akhir konser saya akan menerangkan makna ikhlas. Ekspektasi saya sangat sederhana, saya ingin menyentuh hati penonton," kata pria yang meluncurkan album "Samudra Cinta" baru-baru ini.
Pada kesempatan tersebut, frontman Burgerkill, Vicky mengutarakan rencananya untuk bermain piano. Kecuali gitaris Eben yang mengalami cidera dan digantikan oleh Gagan dari band Forgotten, Vicky dan para personel Burgerkill lainnya bakal menampilkan beberapa lagu milik sendiri. Begitu pula para penampul lainnya, yang akan menyuguhkan total lebih dari dua puluh lagu. (A-203/A-147)***
Minggu, 04 November 2012
Jika Mati Hari ini
JIKA
MATI HARI INI
VERSI
ANAK ROCK N ROLL
Jika
saja dalam hidup ini bisa berkomunikasi dengan malaikat pencabut nyawa, maka
ketika malaikat Izrail dateng, dengan
sekuat tenaga saya akan ngobrol dulu. Saya yakin Izrail ga akan mau sih diajak
ngobrol dulu, karena tugas dia bukan hanya mencabut nyawa saya doang, Izrail
termasuk malaikat yang sibuk karena schedule nyabut nyawa begitu padat.
Tapi
mudah-mudahan Izrail mau sekedar ngobrol-ngobrol dulu, karena sebenernya saya
hanya menunda saja proses pencabutan nyawa, yang walaupun saya tau, ga pernah
ada agenda pembatalan pencabutan nyawa bagi Izrail, beda banget sama manusia yang membatalkan agenda meeting,
agenda pembayaran pada pihak lain menjadi di tunda-tunda.
Masalahnya
sepele sih, kenapa saya ngajak ngobrol dulu Malaikat Izrail sanga pencabut
nyawa, hal ini sebagai bentuk ketidak siapan saya mati hari ini. Secara kasat
mata ataupun secara aljabar, aritmetika ataupun trigonometri itungan dosa dan
pahala ga bisa dilakukan oleh manusia karena itu adalah urusannya Malaikat
Rakib dan Atid.
Akan
tetapi saya sebagai anak yang jujur akan kelakuannya, maka ketika saya mati
hari ini sudah dipastikan saya akan masuk neraka, hal ini bukan karena saya
punya prasangka buruk pada Allah hal ini karena secara hitung-hitungan
(hitungan menurut diri pribadi tanpa kalkulator) antara pahala dan dosa saya
masih banyak dosanya.
Hari
ini adalah tepat hari jum’at dan tadi shubuh saya sholat, kemudian saya juga
shalat jum’at, lantas dalam rentang waktu habis Shubuh dan Shalat Jum’at emang
saya ga bikin dosa??? Malahan
kemungkinan masih banyakan dosanya dibanding pahalanya.
Saya
sangat yakin Izrail tidak akan menunda sampai besok jika hari ini saya harus
mati. Tidaklah mungkin juga saya mengajukan proposal penundaan atau dispensasi atau
setidaknya mengajukan keringanan dalam proses kematian. Sekali lagi hal ini
dilakukan karena pada dasarnya saya tidak mempersiapkan kematian saya.
Seandainya
Rakib dan Atid mendampingi Izrail dalam mencabut nyawa saya hari ini,
kemungkinan saya akan mencoba ngintip daftar pahala dan dosa saya kepada kedua
Malaikat tersebut, hehehehe sudah pasti dugaan saya (ambigu banget, pasti tapi
kok diduga)… Rakib dan Atid akan
menjawab “ kamu tau ga.. ember.. naaah
pahala kamu segitu doang” itu menurut Atid, dan Rakib akan menimpali “ kamu tau
ga lautan samudra.. naah segitulah dosa kamu “.. dipastikan saya ga akan
cengar-cengir dengerin omongan Malaikat Rakib dan Atid, lah wong di sebelahnya
ada Izrail yang sedari tadi sedang menunggu dan siap-siap mencabut nyawa saya.
Jika
hari ini Izrail mencabut nyawa saya sudah dipastikan tulisan ini menjadi
tulisan terahir saya, dan tidak mungkin saya meminta Malaikat Izrail sebelum
mencabut nyawa saya kut menanda tangani tulisan ini, apalagi sampe ikutan
menuliskan sepatah dua patah kata.
Sampai
nangis darah bahkan sampai berguling-guling tanah jika malaikat maut datang
hari ini, maka sudah dipastikan saya masuk neraka, jika ditunda sehari pun
masih masuk neraka, karena dosanya saya yang begitu menumpuk melebihi tinggi
badanku sendiri. Menyesal jadi tiada arti, hanya satu yang menjadi harapan
saya, bahwa masih ada secercah harapan bahwa saya masih punya se-ember pahala
yang tadi Malaikat Atid bilang, artinya saya masih punya kesempatan masuk
Syurga itupun melalui proses di gebugin dan direbus dulu di neraka yang
waktunya mungkin sangat lama.
Saya
berharap tidak hari ini Malaikat Izrail menghampir saya, karena saya berjanji
(waktu tadi pas sholat jumat) bahwa saya akan menjadi lebih baik bahkan hendak
bertobat, walau sempet nakal juga dalam berdoanya, semisal “ bisa ga saya tobat
dalam urusan alcohol dulu, ntar tobat lainnya menyusul sambil jalan “.
Ya
Allah, hamba adalah manusia pendosa, manusia yang tidak mau mempersiapkan
kematiannya, isnya Allah atas izin MU hamba sangat ingin menuju syurga MU.
Astagfirullah.. Astagfirullah… !!!
Komunikasi
transedental anak rock n roll
Bandung
2 november 2012
Selesai
tepat adzan azhar.
Kamis, 30 Agustus 2012
CERBUNG ANAK ROCK N ROLL
CERBUNG ANAK ROCK N ROLL
EPISODE 3
CALON PEMIMPIN
Cuaca pagi hari ini begitu cerah, Rojali melompat dari
kasurnya yang dibungkus kain seprei bergambar lidah merah khas rolling stones,
dan seprei itu sudah dipastikan sangat bau karena menurut desas-desus tidak
pernah dicuci sejak pertama kali dibeli 6 tahun yang lalu. Pernah sekali waktu
temennya nginep di kamar Rojali, besoknya dia terkena ruam-ruam kulit. Setelah diperiksa
oleh dokter ternyata kena alergi virus dari kamar Rojali. Anehnya Rojali aman-aman saja, mungkin Rojali sudah sangat
kebal.
Yups, pagi hari ini Rojali memang tampak semangat karena dia
harus segera pergi ke kantor RW di lingkungan rumahnya. Mandi pagi yang
biasanya jarang dilakukan menjadi berbeda, karena Rojali langsung menyambar
handuknya, tidak lupa ritual yang biasa dia lakukan yaitu lakukan sendiri dulu
jika belum mampu diselesaikan dengan pasangan hidupmu dan ini yang bikin Rojali
lama di kamar mandi.
Rojali berdandan sangat rapi dan versi rapinya sendiri
(karena menurut orang-orang terdekatnya serapi-rapi nya Rojali tetep lebih rapi
orang gila yang biasa nongkrong di pasar). Nampak Rojali sibuk menyusun kertas-kertas,
sesekali nanya sama bapaknya, “ paaak.. liat ijazah SMP aku gaaa?? “ teriak
Rojali, Bapaknya sebel banget denger teriakan anaknya walau tetep jawab “tuuuhhh,
di lemari bapak, disatuin sama surat-surat tanah”. Rojali bingung banget.. kok bisa sih ijazah SMP nya
disatuin sama surat-surat tanah bapaknya, “ kok bisa disitu sih pak??” kata Rojali, dengan enteng
bapaknya bilang “ tadinya mau digadein sekalian sama surat tanah, tapi kok ga
laku yah “
Setelah apa yang dicari semuanya ketemu, Rojali beneran
berangkat ke kantor RW. Bapaknya saking penasaran ikutan ke kantor RW juga,
sambil jalan bapaknya nanya-nanya.
“tumben amat sih ke kantor RW segala? Mau ngantri sembako
yah??” Tanya Bapaknya tengil banget.
“ Jali, mau daftar jadi bakal calon Ketua RW, siapa tau Jali
kepilih” jawab Rojali.
Bapaknya bingung sama keputusan anaknya, karena sejak brojol
ke muka bumi lantas disekolahin sampe dimasukin perguruan tinggi harusnya punya
cita-cita jadi manager dikantoran, atau jadi karyawan apalah namanya, lha ini
kok malah mau jadi ketua RW.
Rojali tetap semangat walau ditentang sama bapaknya,
keputusannya sudah bulat bahwa dia akan mencalonkan diri sebagai ketua RW, dan
dia memang sudah mempunyai agenda kampanye
yang akan diusungnya, yaitu ‘ SEX, DRUGS and ROCK n ROLL ‘.
Denger program anaknya, sang bapak jelas ngamuk-ngamuk,
gimana mau maju bangsa ini kalo dipimpin sama anak muda yang doyan ngesex,
ngedrug dan dengerin music rock n roll melulu. Namun Rojali dengan santai
menjawab “ Bapak kalo ga ngerti jangan ikutan protes, jangan ngomong dulu, Tanya
dulu baik-baik ‘, sini saya terangin program saya sebagai Ketua RW, yang di maksud dengan SEX dalam program saya
itu adalah, semua warga di RW kita ga boleh melakukan SEX selain dengan
pasangan resminya, anak mudanya pun di larang melakukan SEX Pra nikah. Dalam hal
urusan DRUGS, Rojali pengen membangun sebuah klinik dan apotek yang terjangkau
oleh semua warga. Widiiiiiihhhhh… anak
bapak emang keren.. ternyata program kamu bagus… tapi yang program terahir
apa.. kan tadi SEX, DRUG and ROCK n ROLL… naah yang rock n roll nya apa tuh … tanya
Bapaknya. Rojali memang terlihat agak
bingung , tapi tetep menjawabnya… yaaaa namanya juga rock n roll dan ini
program khusus untuk wanita, artinya
wanita harus tetep pake rok , dan rambutnya biar cantik ga usah ke salon, tapi
cukup di rol saja. Seketika bapaknya pingsan terkena serangan sesak nafas.
Bandung, 30 Agustus 2012
Bersambung
Langganan:
Postingan (Atom)