Jumat, 04 Februari 2011

Mungkin... (ini cuma mungkin )Hanya Terjadi di Radio Dangdut

               Fenomena sebuah radio tidak hanya sekedar hebatnya radio dangdut tersebut menjadi adio yang begitu disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Parameternya sederhana saja karena sebagian besar penduduk Indonesia ada di jajaran menengah ke bawah dan segment itulah yang menjadi segmen pendengar bagi radio dangdut.
               Fenomena yang ingin saya bagikan di blogg saya justru berhubungan sama penyiar-penyiarnya dan pendengarnya. Hal ini sangat luar biasa dan mungkin saja banyak orang ngga tau, atau mungkin cuma denger-denger doang dari orang lain.       
                Penyiar-penyiar radio dangdut memang dahsyat banget, bener-bener mampu mempengaruhi pendengar dengan hebatnya, maka muncullah fenomena-fenomena yang mungkin diluar nalar yang akan saya coba uraikan di bawah ini.

1.Fenomena kawin cerai dan poligami
               hehehehehe seru banget deh kalo cerita yang satu ini, dari semua penyiar radio dangdut yang saya kenal ternyata rata-rata mereka menikah lebih dari satu kali. Hal ini tentu sangat luar biasa. sebagai contoh ialah seorang penyiar yang berinisial K yang bersiaran di radio S Bandung, kebetulan sangat kenal dekat sekali dengan si K ini. kehidupan rumah tangga K ini memang tidak berjalan dengan lancar, sampai akhirnya dia harus menikah tiga kali dan ketiga-tiganya kandas. Masih di radio yang sama yaitu radio S, ada seorang penyiar yang bernama A atau biasa juga disebut ceu I, manusia satu ini juga sama dengan K yang memang doyan banget kawin cerai.
             
                  Tidak adil jika hanya radio S saja yang saya telusuri, ternyata di radio D terdapat pula penyiar yang kawin cerai, begitupun di Radio A dan Radio R yang semuanya radio dangdut, terdapat penyiarnya yang menikah diatas dua kali.
                
                  Tentu hal ini bikin saya penasaran banget, hal apa yang membuat mereka kawin cerai, apa yang menjadi alasan kuatnya, ternyata sangat sederhana saja alasannya yaitu, istrinya cemburu karena suaminya terlibat (diduga) cinta dengan pendengarnya.

                 Sedangkan khusus untuk kasus poligami lebih seru lagi, dari setiap radio dangdut yang telusuri penyiar-penyiarnya merasa bangga jika mempunyai istri lebih dari satu, seolah-olah sebuah status symbol penyiar sukses jika memiliki istri dua (aneh deh). Mungkin sudah anda bisa bayangkan siapa yang menjadi istri kedua penyiar tersebut, tidak lain dan tidak bukan "pendengar ".
                  
2. Apapun diberikan pendengar kepada penyiar pujaannya

                fenomena ini yang lebih seru. Pendengar itu dengan senang hati akan memberikan sesuatu kepada penyiar pujaannya, padahal mereka sangat faham dan tahu dengan mata kepala sendiri bahwa penyiarnya itu tidak ganteng, tidak cakep tapi itulah faktanya.. aneh memang.
               ada sesuatu yang lebih dahsyat dan fenomenal di radio dangdut (entah diradio lain, karena yang saya telusuri adalah radio dangdut), yaitu pendengar jika sudah sangat menyukai dan menggila-gilai penyiarnya maka dengan sedikit rayuan gombal dan sialan pendengar dan penyiar akan terlibat hubungan intim (seks).
               secara jujur saya kesulitan mendapat data dari pendengar, namun dari beberapa pendengar yang mau bicara (tanpa menyebutkan nama), mereka melakukan itu karena suka sama suka. namun ketika ditanya alasan yang lebih mendalam " mereka jawab, ya karena saling suka aja".. luar biasa..
              tidak hanya pendengar yang berumur setengah baya (tante-tante) tetapi pendengar yang masih tergolong muda pun sama saja, jika sudah sangat mencintai penyiarnya maka dia akan sangat ingin diperlakukan sangat istimewa, maka dengan cara berhubungan intim itulah wujudnya.
              Jangan menganggap pendengar dangdut itu dari kalangan marginal yang melakukan hubungan intim tersebut, namun dari berbagai kalangan. justru rata-rata dari kalangan yang mampu (berada) yang berhubungan intim dengan penyiar, hal ini dikarena adanya sebuah kekuasaan dari sisi materi sehinga mampu memberikan materi selain hubungan intim.
             tentu penyiar dan pendengar tidak akan jujur menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pihak luar, data-data yang saya dapatkan adalah hasil dari obrolan-obrolan santai dengan mereka dan dari beberapa sumber terpercaya.
 
          saya jadi penasaran, maka saya mencari dasar logika dan kajian ilmiah akan hal ini. Makanya saya nanya ke Mas Ical (psikolog dari Universitas Indonesia), menurut mas Ical, hal ini mereka lakukan dengan sadar, tidak termasuk "insanity" atau temporary lost of mind.
          lebih lanjut menurut mas Ical, hal ini dilakukan atas dasar senang, dan sebagai pemenuhan hasrat dari diri pendengar yang tidaj didapat dari pasangannya.
        Maka saya jadi teringat dengan theatre of mind, pendengar begitu terhanyut dan terlena dengan obrolan penyiar di udara. dan inilah yang membuat pendengar sangat tergila-gila.
       penelitian ini harus dilakukan secara lebih lanjut dan lebih mendalam, mudah-mudahan saya bisa mendapatkan data-data yang lebih rinci lagi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar