Sabtu, 12 Februari 2011

PRESIDEN DALAM KAJIAN ILMU NGACO

 Tidak perlu menjadi orang cerdas untuk menulis tentang judul ini, dan tidak perlu juga dibaca jika memang tidak pantas dibaca. karena tulisan ini sama sekali ngga ada urusannya dengan politik, ekonomi bahkan sosial dan budaya apalagi pertahanan dan keamanan

 saya cuma pengen aja nulis yang judulnya presiden. Jika kita bedah menurut bahasa sunda secara kumaha aing, PRESIDEN adalah asal katanya dari PRE yang artinya libur dan SI aDEN yang artinya Juragan. Maka secara kesimpulan PRESIDEN adalah " Hari liburnya  juragan "

Dari kajian secara etimologis tadi, maka ketika seseorang menjadi presiden dia sedang menjalani sebuah liburan, dia akan bersenang-senang dengan keluarganya, bersenang-senang dengan teman-temannya. tanpa harus memikirkan pekerjaan, jajauheun teuing kudu mikiran nagara dan rakyat.

Atau analisa lain adalah Jika PRE itu libur/bebas dan SI aDEN itu juragan maka penafsirannya adalah ketika menjadi juragan itu bebas melakukan apa saja.

Dan kabayang kalo ternyata ada presiden orang sunda ( entah kapan), yang kebetulan nama orang sunda sangat khas dan unik yaitu dengan adanya pengulangan kata. Tak terbayang kalau sedang upacara, ujug-ujug protokoler memanggil presiden Republik Indonesia... " Hadirin yang terhormat, di mohon untuk berdiri karena Presiden Republik Indonesia akan segera memasuki lapangan upacara, kepada Bapak UJANG SUKENDAR selaku presiden kami persilahkan "....  pek we bayangkeun sorangan... atau nama presidennya AEP SAEPUDIN... masih rada mending nama-nama yang tadi mah.. kebayangnya kalo sekarang kan lagi musim disingkat nama-nama presiden kita, misalkan SBY dari Susilo Bambang Yudoyono, JK dari Jusuf Kala.. nah bayangkan kalo Presiden kita dari orang sunda dengan nama Wawan Ciptawan.. atuh kalo disingkat jadi WC..


orang sunda juga sangat menjungjung tinggi persamaan gender atau emansipasi, jadi orang sunda mah ga akan marah kalo ada wanita orang sunda yang jadi presiden. cuma kudu bener-bener terjadi proses seleksi yang sangat ketat, khususnya dari masalah nama, nya piraku aya presiden indonesia ngarana CEU RUKINI... anu sehari-hari dipanggil Ceu Eruk... atuh jadi kurang wibawa presiden kita teh..

 itu tadi analisa berdasarkan bahasa dan budaya sunda, jika dianalisa melalui metode lain yang juga sama-sama metode ngaco adalah melalui etimologis juga. PRES itu artinya tekanan dan IDEN yang artinya identifikasi... artinya jika disatukan presiden itu artinya mengidentifikasi tekanan-tekanan... mulai dari tekanan dari rakyat sampai tekanan dari lawan politik... mungkin juga adanya sebuah tekanan rumah tangga, KArena terbukti Presiden kita pada waktu yang lalu mengeluh karena GAJIHNYA tidak pernah naik, dan biasanya jika tekanan itu datang dari rumah tangga... (asa riweuh pisan deh)

Sebenarnya mau tidak mau untuk menjadi presiden memang perlu beberapa kriteria, selain hanya sekedar nama, ternyata masalah rupa dan penampilan juga sangat diperlukan. Kebayang presiden teh harus ganteng atau cantik, minimal harus enak dilihat. Hal ini berkaitan dengan tugas-tugas presiden yang berhubungan dengan banyak orang, maka saya usulkan jika presiden harus ganteng atau cantik harus dibuat sebuah event dengan skala internasional yang menyajikan fashion show atau lomba fotogenik antar presiden.

 -- demikian ulasan saya --
 Soni " bebek " Sonjaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar